Degradasi Lingkungan Mesti Jadi Perhatian

44

BISNIS BANDUNG- Kerusakan lingkungan di Kawasan Bandung Utara (KBU)  belakangan ini  menjadikan  menjadi kawasan yang  rawan bencana.  Hal tersebut menuntut  penataan lingkungan  lebih serius  di saat pemanasan global yang semakin berdampak negatif.

“Penataan lingkungan ini terutama untuk daerah rawan bencana, sehingga jadi daerah bebas bencana,” ujar Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari dalam sambutannya saat membuka Musrenbang Pemprov Jabar yang berlangsung di Jalan Gatot Subroto, Selasa ( 2/4).

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jabar 2019 menyoroti isu lingkungan hidup yang berdampak pada banjir dan tanah longsor, yang kondisinya beberapa hari belakangan ini begitu memprihatinkan. Degradasi lingkungan hidup harus menjadi perhatian, tidak hanya pembuatan taman-taman yang dilakukan secara parsial.

Ineu mengatakan, kawasan yang dimaksudnya adalah Cekungan Bandung yang kondisinya saat ini semakin sering dilanda banjir bandang dan genangan banjir.

“Banjir semakin sering terjadi di kawasan utara dan timur Bandung. Seperti yang melanda Cijambe di Ujungberung pada 1 April 2019 dan Jatiendah di Cilengkrang pada 9 Februari 2019,” katanya.

Politisi PDIP juga menambahkan,  banjir serupa juga terjadi di kawasan utara dan timur Bandung, sebanyak beberapa kali.

“Degradasi lingkungan hidup harus menjadi perhatian kita semua untuk bisa diatasi. Tidak hanya pembuatan taman-taman yang dilakukan secara parsial, tapi penataan lingkungan pun wajib dilakukan,” kata Ineu.

Ineu menyoroti kinerja pemerintah dalam menegakkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengendalian Kawasan Bandung Utara (KBU) sebagai Kawasan Strategis Provinsi Jawa Barat. Peraturan ini, harus ditegakkan dalam rangka penataan dan pengendalian pembangunan di Utara Bandung yang berdampak pada bencana.(B-002)***