Sop Ayam Khas Klaten; Lima Puluh Tahun Tidak Berubah Citarasanya

420

Wilayah Klaten terletak antara wilayah Yogyakarta dan Solo, memiliki pesona kuliner menarik layaknya Yogyakarta dan Solo. Salah satu kuliner yang melegenda di Klaten ialah sop ayam Pa Min. Kuliner keberadaannya sudah lebih setengah abad . Berawalnya dari satu warung sederhana yang saat ini berkembang memiliki beberapa cabang yang  dikelola oleh keturunan Pa Min.  Sejauh ini rasa dan kelezatan  sop ayam yang disajikan keturunan Pa Min rasanya tidak berubah.

            Sop ayam khas Klaten  tampilannya cukup sederhana, hanya  kuah dan ayam tanpa tambahanl sayuran sama sekali. Kuahnya sedikit keruh dengan taburan seledri dan bawang merah. Satu posri sop ayam khas Klaten terdiri dari potongan daging ayam kampung ditambah kuah.  Selain itu ada menu khusus berupa sajian  telor muda yang diiris iris dalam mangkok yang disiram  kaldu  panas. Di samping menu tersebut , kita bisa memesan  menu lain berupa isian,kulit,dada pechok,paha,paha atas,ceker,kepala,sayap,dan brutu , harga antara Rp 5.000 sampai Rp 15.000.

            Pada sajian sop ayam Pa Min , tak terlihat uraian bekas minyak goreng. Dari aromanya terhirup rasa lada yang kuat dengan bawang putih menjadi  racikan dalam rasa kaldu ayam  dominan. Sop ayam khas Klaten sangat cocok dinikmati saat udara dingin,bahkan bila kita kurang enak badan, panasyna kaldu serta hangatnya lada akan membuat badan langsung terasa segar.Selain disantap sopnya saja , namun banyak penikmat sop ayam dengan nasi,tempe, perkedel tahu campur toge. Sop ayam Pa Min digunakan  ayam kampung  karena citarasanya gurih dan sedikit kenyal ketika dikunyah, hingga menjadi sebuah kenikmatan tersendiri saat disantap.

            Kenikmatan rasa dalam kesederhanaan  membuat sop ayam i bisa bertahan lebih dari 50 tahun.Dengan harga terjangkau dengan citarasa yang enak,  tidak heran sajian kuliner ini tidak pernah sepi  pembeli yang datang dari segenap lapisan masyarakat. (E-001) ***